About a Boy

I just love this song so much.

the lyric

About a Boy

Some may say I’m not good enough
To be someone who stands up in the crowd
Some may say I’ll never could
Get your attention while I’m trying to get your heart
But these you don’t realize

Some may say I’m not good
An ordinary boy that has nothing to be proud of
When everybody says that i should
Be someone else in order to be their part

I guess I’ll stay with my part
I’m just trying to be my self
I will face the world
Try to be my self…

And maybe someday, when my star will shine
Then I’ll show the world, what I have inside
Then I’ll be someone who you would admire
By just being my self
I will face the world
Try to be my self…

Ballads Of The Cliche – About A Boy

 

Satu Halaman Saja Cukup

Sekarang tanggal 23 April 2011. Apa yang spesial dari tanggal itu? Hari ini adalah hari buku sedunia. Mari kita rayakan hari ini dengan membaca. Jika Anda jarang sekali membaca buku, maka khusus hari ini cobalah baca buku yang menurut Anda paling menarik. Tidak perlu beratus-ratus halaman, cukup satu halaman saja. Sekali lagi, cukup baca buku satu halaman saja. Syaratnya hanya satu, yaitu satu halaman itu haruslah buku yang kita sukai.

Lho ko cuma satu halaman?

Membaca itu sebenarnya adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Sayangnya kita sering terjebak pada stereotipe yang mengatakan bahwa membaca itu membosankan. Hal ini mungkin akibat dari pemahaman yang salah ketika kita kecil dulu. Masa ketika kita sedang lucu-lucunya :)

Dulu kita diharuskan membaca berbagai macam buku yang tidak kita sukai. Padahal menurut saya pribadi yang pertama harus didorong bukanlah bagaimana mendorong anak-anak untuk pandai membaca, tapi bagaimana menumbuhkan minat membaca pada anak-anak. Anak bisa saja pandai membaca, namun belum tentu mereka hobi membaca.

A_child_reading_a_book

Membaca buku yang kita sukai satu halaman bertujuan untuk menumbuhkan minat baca kita. Saya percaya ketika Anda membaca halaman pertama dari buku yang Anda sukai maka Anda akan tertarik untuk berlanjut ke halaman berikutnya, lalu ke halaman berikutnya, lalu berikutnya, lalu berikutnya...

Membaca buku adalah kegiatan yang addictive namun positif. Saya pribadi dulu tidak suka membaca buku. Malas rasanya melihat tumpukan-tumpukan buku di meja belajar. Toko buku adalah tempat yang paling saya hindari di dunia.

Hal itu kemudian berubah ketika saya berkunjung ke rumah salah satu teman saya di Cimahi. Di sana tergeletak satu buah buku di atas meja. Setelah dilihat buku itu membahas berbagai macam hal tentang leadership khususnya tentang public speaking. Saya lalu iseng membaca kata-kata pembuka di awal halaman buku itu. Wow, ternyata kata pembukanya sungguh menarik. Berbeda dari kata pembuka di buku pelajaran yang biasa saya baca.

"Kata-kata pembukanya saja menarik sekali. Bagaimana dengan isinya ya?" gumam saya dalam hati. Saya lalu meminta izin kepada teman saya untuk meminjam buku tersebut. Alhamdulillah setelah beberapa waktu akhirnya saya mampu menamatkan buku itu. Kemudian saya menyadari ternyata membaca itu amatlah menyenangkan. Dan sekarang saya seperti ketagihan membaca buku. It's like a drug for me, hehe. 

Hal Kecil Untuk Indonesia Kita

Perubahan yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Jika kita ingin pintar dalam bidang biologi maka biasakan belajar biologi. Tidak perlu berjam-jam, lima menit saja cukup. Sekali lagi saya katakan, lima menit saja cukup.

Jika lima menit bisa, maka kenapa sepuluh menit tidak bisa. Kemudian jika sepuluh menit bisa, lalu kenapa tiga puluh menit tidak bisa. Kuncinya hanya satu, konsisten. Tanpa konsistensi apapun yang kita lakukan hasilnya tidak akan memuaskan. Kita hanya akan dihadapkan pada kegagalan demi kegagalan. Apabila kita konsisten terhadap apa yang kita perbuat, maka hasil yang kita harapkan pasti akan kita dapatkan :)

1140017_smart_guy

Mari kita bicarakan contoh di atas pada hal yang lebih besar, yaitu negara kita sendiri. Sekarang Indonesia seperti terjebak dalam stagnasi. Kita selalu kalah dengan dengan negara lain. Tetapi saya percaya bahwa sebenarnya kita memiliki kemampuan untuk menang.

Lalu kenapa kita masih seperti ini?

Menurut saya salah satu penyebabnya adalah karena kita enggan untuk melakukan perubahan-perubahan kecil. Kali ini saya tidak berbicara tentang pemerintah disini, saya berbicara tentang rakyat Indonesia.

Contoh kecilnya lihat saja bagaimana kita memperlakukan sampah. Jika kita ingin lingkungan seperti jalan, taman atau kali bersih dari sampah maka biasakan dirikita untuk membuah sampah pada tempatnya. Saya yakin kita bisa melakukannya. Cobalah melakukannya satu kali. Beranikan diri anda untuk mengatakan tidak.

"Tidak, saya tidak mau buang sampah sembarangan. Saya ingin membuangnya di tempat yang seharusnya, yaitu tempat sampah."

Miris rasanya melihat orang tua yang membiarkan anaknya membuang sampah ke jalan tanpa diberi pengertian bahwa itu adalah hal yang salah.

Ayo, mulai sekarang tinggalkanlah kejahatan kecil itu demi masa depan yang lebih baik. Didiklah anak-anak kita agar menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tertib untuk Indonesia yang lebih baik :)

Apabila hal-hal kecil tersebut bisa kita lakukan secara konsisten, maka efek domino kebaikan dan kesejahteraan akan kita rasakan. Jika kita bisa buang sampah dengan tertib, kenapa kita tidak bisa tertib juga dalam berlalu lintas. Jika kita bisa tertib berlalu lintas, kenapa kita tidak bisa tertib juga dalam membayar pajak. Jika kita bisa tertib membayar pajak, kenapa kita tidak bisa tertib juga untuk melayani publik. Dan seterusnya.

Jadi, marilah kita mulai dari hal yang kecil. Banggalah ketika Anda bisa berkata tidak pada godaan keburukan.

Ayo Indonesia. Kita pasti bisa! :D

Indonesian Flag - Bendera Indonesia

source: flickr.com

 

Fungsi atau Bentuk?

Dsc00064
Entah Apa yang ada di fikiran pengelola salah satu mall di Bandung ini. Ditengah hingar bingarnya era serba mobile, dimana hampir semua orang dari mulai presiden sampai buruh memiliki perangkat mobile-nya sendiri, pengelola mall ini malah mempertahankan perangkat komunikasi klasik ini yang baru bisa berfungsi jika kita memasukan koin kedalamnya.
 
Yang jelas perangkat klasik ini menarik perhatian saya dan bukan tidak mungkin menarik banyak perhatian juga dari pengunjung mall yang lain.

Nostalgia

Dsc00065
ayam-ayam bola

Banyak orang berpendapat masa SD adalah masa yang paling indah. Tidak sedikit dari mereka yang rela melakukan apapun asal bisa kembali ke masa itu walau hanya sebentar. Dan tentu saja itu tidak mungkin, hehe. Kita hanya bisa bernostalgia, bercerita dan mengenangnya.

Salah satu cara saya bernostalgia dengan masa tidak ada beban itu adalah dengan cara memakan jajanan-jajanan semasa sekolah SD dulu. Terlepas dari apakah makanan tersebut sehat atau tidak, jajanan SD memang enak dan yang paling penting bisa membuat kita mengenang masa-masa yang tidak bisa diulang tersebut :)